Showing posts with label Info Niaga. Show all posts
Showing posts with label Info Niaga. Show all posts

Tuesday, January 17, 2012

SMC EZ Connect N SMCWUSBS-N3

USB wireless adapter keluaran SMC ini dilengkapi dengan aplikasi yang memudahkan pengguna awam.

SMC adalah salah satu produsen besar untuk produk-produk jaringan. Produsen ini memiliki jajaran produk yang terbilang banyak dan lengkap, mulai dari perangkat jaringan kabel seperti switch, hingga perangkat jaringan nirkabel seperti router dan access point. Kali ini kami kedatangan sebuah wireless adapter keluaran SMC, yaitu EZ Connect N SMCWUSB-N3.

Wireless adapter SMC EZ Connect N SMCWUSB-N3 ini menggunakan antarmuka USB. Desain USB wireless adapter ini cukup sederhana, dengan bentuk berupa kotak memanjang menyerupai USB flash drive. Ukuran perangkat ini juga terbilang ringkas dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil (sehingga bisa meminimalkan peluang terselip di kantong atau pun dalam tas). Namun Anda sebaiknya tetap memperhatikan tutup USB-nya yang terpisah karena menurut kami gampang hilang terselip.

Sesuai dengan namanya, SMC EZ Connect N SMCWUSBN3 mendukung koneksi nirkabel dengan standar 802.11n. Namun USB wireless adapter ini juga tetap mendukung standar sebelumnya seperti 802.11b dan 802.11g. Perangkat ini mendukung standar nirkabel 802.11n dengan klaim kecepatan maksimal sampai 150 Mbps. Kompatibilitas perangkat wireless adapter ini juga tergolong lengkap dengan dukungan terhadap seluruh metode enkripsi keamanan seperti WPA dan WPA2.

Untuk menunjang penggunaannya, selain driver, SMC juga menyertakan sebuah aplikasi. Aplikasi ini berisi wizard yang akan menuntun Anda melakukan proses instalasi dari awal hingga wireless adapter ini siap digunakan. Aplikasi ini juga memiliki sebuah utility untuk membantu Anda mendeteksi jaringan-jaringan nirkabel yang tersedia dan dapat membantu Anda terhubung secara otomatis. Dari sisi kinerjanya, SMC EZ Connect N SMCWUSB-N3 ini memiliki kinerja yang baik. Proses instalasinya tergolong mudah, apalagi dengan bantuan wizard yang disediakan. Saat digunakan, wireless adapter ini juga tergolong cepat dan responsif saat mendeteksi jaringan nirkabel. Begitu juga saat mencoba terhubung ke jaringan tersebut. Aplikasi wireless utility yang disediakan cukup membantu para pengguna, terutama pengguna awam, untuk mengatur pilihan jaringan yang akan digunakan.
 
Spesifikasi SMC EZ Connect N SMCWUSBS-N3
Standar
802.11b, 802.11g, 802.11n
Kecepatan Maksimal
150 Mbps
Antarmuka
USB
Situs Web
Kisaran harga
US$
 
 
InfoKomputer

Wednesday, December 14, 2011

Asus Eee PC 1215B (E350)

Mengandalkan AMD Fusion, notebook ini menunjukkan performa jauh di atas produk sejenis yang menggunakan Intel Atom. Bukti keseriusan AMD di segmen mobile.

Sekilas memandang, Asus 1215B ini tak ada bedanya dengan netbook Asus sebelumnya. Namun jika menelisik lebih lanjut, netbook ini sebenarnya memiliki “DNA” yang berbeda. Ia menggunakan AMD E-350, prosesor yang oleh AMD disebut APU alias Accelerated Processing Unit. Keunikan prosesor ini adalah digabungkannya chip prosesor dan chip grafis ke dalam sebuah prosesor. Selain lebih hemat daya, APU dijanjikan memberikan kemampuan grafis yang lebih bertenaga.

Hal ini memang terlihat saat kami menguji kemampuan grafis Asus 1215B ini. Dijajal dengan file video resolusi 720P, netbook ini dapat memutar video tanpa hambatan. Suara kipas juga sangat senyap, tidak ada tanda-tanda prosesor bekerja keras.

Baru ketika video 1080P dimainkan, mulai terlihat kartu grafisnya keteteran. Ada beberapa frame yang terloncat, beberapa kali antara video dan suara dan gambar saling kejar-kejaran alias tidak sinkron. Namun tetap saja, kemampuan tersebut lebih baik dibanding netbook berbasis Intel Atom.

Mengambil desain seperti kerang mutiara, Asus EEE PC 1215B hadir dengan layar 12 inci dan finishing matte. Menurut situs resmi Asus, tersedia juga finishing high-glossy dan campuran glossy-matte dalam berbagai warna.

Masuk ke bagian interior, susunan tombol bergaya chiclet tersusun rapi di bagian keyboard. Tombol-tombol ini memang terkesan besar untuk ukuran netbook, sehingga panel keyboard terlihat sangat penuh. Namun untuk penggunaan, mengetik terasa nyaman dan terhindar dari kesalahan mengetik. Di bagian pojok atas terdapat tombol setting performa. Anda dapat mengubah setelan dari Power Saving hingga Super Performance dengan mudah, tanpa masuk ke setting manual yang kompleks. Spesifikasi netbook yang kami uji selain sudah menggunakan teknologi APU AMD Fusion E350 Zacate 1,6 GHz dua inti serta memori 4 GB DDR3. Dalam paket penjualan juga sudah tersedia sistem operasi Windows 7 Home Premium, sehingga Anda benar-benar sudah bisa langsung menggunakan netbook mungil berkemampuan besar ini.

Meski dibalut desain imut, Asus Eee PC 1215 menawarkan performa yang besar. Memang tidak sekelas notebook terbaru, namun setidaknya jauh lebih baik dibanding netbook berbasis Atom yang banyak beredar. Ukuran layar 12 incinya juga menawarkan area pandang lebih besar dibanding netbook.
Hasil Uji Pembanding ideal Asus EeePC 1215B adalah Asus EeePC 1215P yang menggunakan prosesor Intel Atom. Terlihat dari hasil pengujian, Asus 1215B berhasil unggul di semua hasil pengujian performa, baik aplikasi office maupun gaming. Daya tahan baterainya juga bagus, meski dengan catatan menggunakan baterai lebih besar dibanding Asus 1215P.
Pengujian
Asus 1215B
(AMD E350 1.60GHz, memori DDR3-10700 4GB, VGA AMD Radeon HD6310, baterai 56Wh, 21.1 inci)
Asus EeePC 1215P
(Intel Atom N550, memori DDR3-667 1GB, VGA Intel GMA 3150, baterai 47Wh, 12,1 inci)
Sysmark 2007
57
40
PCMark Vantage
2452
1704
3DMark Vantage
P653
P150
Cinebench R11.5
0,62 points
0,47 points
Stalker (Day)
8,5 fps
2,8 fps
Encoding video
45 menit 2 detik
39 menit 20 detik
Encoding audio
4 menit 13 detik
9 menit 41 detik
Daya Tahan Baterai
Memutar HD Video
3 jam 27 menit
3 jam 51 menit
Battery Eater (Text)
6 jam 15 menit
6 jam 17 menit

Spesifikasi Asus EeePC 1215B
Layar
12,1 inci, 1366x768 pixel
Prosesor
AMD E350 (1,6 GHz, 1 MB L2 cache)
Memori
4 GB DDR3
Chipset
AMD ID1510/ AMD SB850
Kartu Grafis
AMD Radeon HD 6310 Graphics 384 MB
Harddisk
500 GB, SATA-II
Optical drive
-
Kartu suara
Realtek HD
Fasilitas
WiFi 802.11 b/g/n, bluetooth, ethernet, HDMI, USB 3.0 (2x), USB 2.0 (1x), webcam, card reader
Sistem Operasi
Windows 7 Home Premium 64-bit
Baterai
56 Wh / 10.95V
Dimensi
29,6 x 20,4 x (2,3 - 4) cm
Bobot
1,526 kg + baterai
Garansi
2 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
US$389
*Asus Indonesia, (021) 4586-5050




Konektivitas super cepat Dengan disediakannya dua colokan USB 3.0, Anda dapat mentransfer file dengan sangat cepat.







Ada HDMI HDMI output memudahkan Anda menampilkan koleksi file video Anda ke HDTV atau layar yang lebih besar.







Bisa Dibuka-tutup Webcam dapat ditutup ketika Anda tidak sedang menggunakannya. Cukup unik!






Plus     : Dilengkapi USB 3.0 dan HDMI; kinerja relatif bagus; kipas yang hening.
Minus :  Tanpa perangkat optik.



sumber: Majalah InfoKomputer

Wednesday, November 30, 2011

Review Advan Vandroid T1

Dengan target pemakai entry level, Vandroid T1 lebih mengutamakan fasilitas dibandingkan spesifikasi tinggi yang kerap meningkatkan harga.

Di peta pasar komputer notebook, nama Advan mungkin lebih dikenal sebagai pemain lokal yang mengutamakan harga lebih terjangkau dibandingkan kinerja tinggi. Setidaknya resep ini terbukti sukses dengan larisnya produknya di pelosok tanah air.

Ya, merek Advan memang telanjur dikenal sebagai merek ekonomis yang disukai pengguna berdana terbatas. Tak heran bila komputer tablet baru mereka yang dilabeli Vandroid pun muncul dengan konsep serupa.

Vandroid T1 hadir dalam format komputer tablet berlayar 7” yang memang mulai populer di Indonesia. Berbekal nama Advan yang lebih dulu populer dengan produk notebook, Vandroid T1 muncul memperkenalkan diri sebagai komputer tablet berbasis Android.

Produk ini dikemas dengan gaya Advan sebagai produk ekonomis. Namun demikian, Vandroid hadir dengan fasilitas ala smartphone yang membuatnya bisa berfungsi layaknya ponsel (bertelepon dan SMS). Dengan harga sekitar Rp2,5 juta, komputer tablet ini bersaing dengan produk serupa dari ZTE Light dan Nexian Genius.

Seperti juga komputer tablet lainnya, Vandroid menyertakan fasilitas khas mulai dari koneksi 3G, WiFi, GPS, Bluetooth, dan layar sentuh 7” berbasis sistem Android 2.2 (Froyo).

Namun antarmuka dasar di Vandroid T1 terlihat amat mendasar. Sebabnya, personalisasi fasilitas tertentu yang bisa kita temukan di peranti yang lebih mahal tidak tersedia di sini. Bagi pemakai awam hal ini justru menjadi kurang menarik.

Vandroid T1 ditenagai prosesor Qualcomm ARM11 berkecepatan 600 MHz, diramu dengan RAM 256 MB dan chip grafis Adreno 200. Paket chip ini jelas tak bisa membuat komputer tablet ini berjalan kencang, terutama saat menjalankan game 3D seperti Asphalt terbaru.

Untuk aplikasi office dan Internet pun aktivitasnya kami anggap berjalan biasa saja. Apalagi layar resistifnya bisa membuat Anda sedikit kesal akibat responnya yang kurang peka dan mulus. Akan lebih baik jika pena stylus digunakan di sini.

Setelah mencoba banyak aktivitas di Vandroid T1, kami lebih suka menggunakan komputer tablet ini untuk aktivitas ringan dan berkomunikasi. Ada baiknya juga jika kita sering-sering menutup (kill) aplikasi dengan software Task Killer. Ini mengingat komputer tablet menjadi berjalan lamban jika kita sudah membuka banyak aplikasi.

Catatan skor uji di tabel menunjukkan betapa Vandroid T1 “kurang bertenaga”, terutama pada kemampuan yang melibatkan kinerja grafis. Namun kekurangan tersebut ditepis dengan kemampuan komputer tablet ini berkomunikasi layaknya ponsel. Mengingat kombinasi kinerja dan fasilitas yang saling melengkapi, Vandroid T1 kami anggap sebagai komputer tablet sederhana yang unggul dalam hal fasilitas dan harga yang terjangkau.
Hasil Pengujian

HTC Flyer
Advan Vandroid T1
Smartbench 2011 – Productivity
1522
226
Smartbench 2011 – Games
2371
181
Linpack for Android
55,964 MFLOPS
4,435 MFLOPS
NenaMark2
11,9 fps
- fps
*skor makin tinggi makin bagus

Spesifikasi Advan Vandroid TI
Prosesor
Qualcomm MSM7227 ARM11 600 MHz
RAM
256 MB
Kartu grafis
Adreno 200
Jaringan selular
GSM 850/900/1800/1900 MHz UMTS 850/2100 MHz
Internal storage
256MB NAND Flash + microSD 2 GB
Wireless
WiFi (802.11 b/g/n), Bluetooth 2.1 + EDR, GPS, 3G/HSDPA-HSUPA
Koneksi lain
Mini USB
Kamera
2 MP
Layar
7”/ 800x480 pixel (WVGA) Resistive touchscreen
Bobot
118 gram
dimensi
19,8 x 11,8 x 1,4 cm
Situs Web
Garansi
1 tahun
Harga kisaran*
Rp2.500.000 (bundling Telkomsel)
* Intech Surya Abadi, (021) 6583-0222 ; Minggu pertama Agustus 2011 



Kamera belakang Untuk melengkapi kebutuhan merekam foto-video, sebuah kamera 2 megapixel sudah disediakan di punggung komputer tablet. Konfigurasi yang tersedia cukup luas mulai dari resolusi hingga efek.  





Slot kartu Slot untuk kartu microSD dan kartu SIM diletakkan berdampingan dan mudah diakses. Dalam paket standar sudah disediakan kartu microSD berkapasitas 2 GB. 









Reset darurat Jika komputer tablet berperilaku aneh (hang atau tak berjalan normal dan tetap berada dalam kondisi demikian meski sudah di-restart ulang), tusuk saja tombol reset tersembunyi ini.  







Plus     : Fasilitas cukup lengkap; ada panel navigasi; baterai awet; bobot ringan; harga terjangkau.
Minus : Kinerja lamban; Android Market kurang intuitif, layar resistive dan tidak multi-touch.



sumber : Majalah InfoKomputer

Thursday, November 24, 2011

Review HP Pavilion G4-1050TU

Melalui notebook ini, performa istimewa Sandy Bridge bisa didapat dengan harga terjangkau.
Dari seluruh jajaran notebook HP, seri G ditujukan untuk menyasar segmen menengah ke bawah, tercermin dari harga yang sangat terjangkau. Hal ini terlihat dari notebook terbaru HP di seri G, yaitu Pavilion G4-1050TU. Dengan harga Rp4,8 juta, notebook ini memang sangat terjangkau, meski dengan catatan tidak ada sistem operasi Windows yang menyertainya.

Meski memiliki harga terjangkau, jangan remehkan performanya. Notebook 14 inci ini menggunakan prosesor Intel Sandy Bridge yang menjadi jajaran teratas prosesor Intel saat ini. Prosesor yang digunakan—Intel Core i3-2310M—memang termasuk level bawah di keluarga Sandy Bridge, namun tetap saja memiliki performa yang bagus. Jika menengok hasil pengujian, Anda bisa melihat bagaimana notebook ini berhasil mencatat skor memuaskan pada sesi pengujian standar kami. 

Fasilitas notebook ini juga cukup lengkap. Fasilitas standar seperti WiFi, Bluetooth, slot memori, DVD Writer, dan webcam sudah tersedia, ditambah dengan HDMI jika Anda ingin menghubungkan notebook ini ke televisi di ruang keluarga. Selain itu, HP juga menanamkan speaker Altec Lansing yang mampu menghadirkan alunan suara yang nyaring dan jernih serta harddisk berkapasitas 500 GB untuk menampung koleksi data Anda. Kalaupun ada yang kurang adalah ketiadaan koneksi USB 3.0. Namun secara keseluruhan, notebook ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan standar. 

Dari sisi desain, peletakan touchpad yang menyatu dengan sandaran tangan terkesan unik dan menambah nilai estetika. Di samping itu, Anda tidak akan menemukan lampu indikator di bagian depan seperti pada notebook lainnya. Pada Pavilion G4-1050TU, lampu indikator power dan harddisk tersembunyi malu-malu di bawah slot memori yang berada di sisi sebelah kiri notebook.

Jika menilik material yang digunakan, notebook ini terasa kokoh. Desain keyboard yang terpisah dengan jarak sekitar 2 mm juga memudahkan kami mencapai kecepatan ketik standar. Namun kami juga mendapati kekurangan dari sisi penggunaan, yaitu suara kipas yang cukup bising saat beban penuh. Hal ini bisa menjadi masalah jika Anda sering bekerja di ruangan yang hening.

Ditargetkan untuk pengguna kelas menengah, HP Pavilion G4 memiliki kombinasi performa dan harga yang terasa pas. Secara performa, notebook ini bisa diandalkan untuk kebutuhan standar. Dari sisi harga, Rp4,8 juta relatif terjangkau untuk banyak orang. Jadi jika Anda mencari notebook bagus dengan harga terjangkau, masukkan notebook ini dalam daftar belanja.



Hasil Uji
Untuk menunjukkan kinerja bagus HP Pavilion G4, kami sandingkan hasil pengujiannya dengan Fujitsu Lifebook LH531. Meski tidak menggunakan kartu grafis mandiri seperti Fujitsu, notebook HP terlihat mampu bersaing di aplikasi berbasis prosesor maupun grafis. Daya tahan dalam mode baterai juga cukup memuaskan.
Pengujian
HP Pavilion G4-1050TU
 
(Intel i3-2310M 2.10 GHz, memori DDR3-10700 2 GB, Intel HD Graphics 3000, baterai 47 Wh, 14 inci)
Fujitsu Lifebook LH531
(Intel i3-2310M 2.10GHz, memori DDR3-10700 2 GB, VGA Nvidia GT 410M, baterai 48 Wh, 14,1 inci)
Sysmark 2007
136
133
PCMark Vantage
4795
4615
3DMark Vantage
P1440
P1941
Cinebench R11.5
2,05
2,05
Stalker (Day)
12,30 fps
18,7 fps
Encoding video
10 menit 55 detik
10 menit 51 detik
Encoding audio
1 menit 47 detik
1 menit 44 detik
Daya Tahan Baterai
Memutar HD Video
1 jam 46 menit
2 jam 22 menit
Battery Eater (Text)
4 jam 26 menit
4 jam 53 menit

Spesifikasi HP Pavilion G4-1050TU
Layar
14 inci, 1366x768 pixel
Prosesor
Intel Core i3-2310M (2,1 GHz, 3 MB L3 cache)
Memori
2 GB DDR3
Chipset
Intel ID0104 / SB ID1C49
Kartu Grafis
Intel HD Graphics 3000 (773MB)
Harddisk
500 GB 5400 RPM Sata-II
Kartu suara
IDT 92HD81B1X
Optical drive
HP CDDVDW TS-L633R
Fasilitas
WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth, Ethernet, HDMI, USB 2.0 (3x), webcam, card reader
Sistem Operasi
Non-OS
Baterai
47 Wh
Dimensi
34,5 x 23,3 x (3,1 - 3,8) cm
Bobot
2,076 kg + baterai
Garansi
1 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
Rp4,8 juta
* PT. Metrodata e-Bisnis (021) 252-4555




Berisik
Saat beban tinggi, kipas ini menghasilkan suara yang cukup kentara. Agak mengganggu jika Anda sering bekerja di ruangan yang sepi atau tengah malam.







SRS premium Sound output
Dua lubang keluaran suara sudah mengadopsi teknologi SRS Premium Sound. Musik mengalun lebih asyik. 





 


High-quality Material
Pemilihan bahan berkualitas tinggi menjadi ciri khas HP dalam lini produknya. Notebook akan terlihat kokoh tanpa kehilangan kesan stylishnya. Keren kan?






Plus     : Kinerja bagus; touchpad unik; harga terjangkau.
Minus : Kipas fan berisik.




sumber Majalah INFOKOM

Wednesday, September 28, 2011

10 Komputer Tablet Terlaris


Persaingan di pasar komputer tablet dunia tampaknya semakin ramai dan ketat. Berbagai perusahaan teknologi dunia seperti Apple, Samsung, dan Research In Motion (RIM) bersaing meluncurkan produk tablet andalannya. Baru-baru ini, situs penjualan online Amazon membuat daftar 10 tablet terlaris, seperti di bawah ini:

1. iPad 2 (Apple)

2. BlackBerry PlayBook (RIM)

3. Samsung Galaxy Tab 10.1 (Samsung)

4. HP Touchpad (HP)

5. Motorola Xoom (Motorola)

6. Toshiba Thrive (Toshiba)

7. Lenovo IdeaPad Tablet (Lenovo)

8. Sony Tablet S (Sony)

9. HTC Flyer (HTC)

10. Asus Transformer Eee Pad Transformer (Asus).(Mashable/ULF)

Tuesday, July 12, 2011

Ponsel Paling Laris di Indonesia saat ini

Indonesia adalah pasar telepon selular dengan perkembangan yang sangat pesat. Buktinya adalah  jumlah pengguna ponsel yang besar dan banjirnya berbagai merek dan tipe ponsel. Tak hanya ponsel produk manca, ponsel lokal pun cukup bersaing dengan merilis produk unggulan baru dengan harga terjangkau.

Berikut ini adalah 10 hasil pencarian ponsel paling populer di Yahoo! Indonesia Search berdasarkan data selama bulan Juni.

1. Apple iPhone 5. Sampai saat ini Apple tak pernah sekalipun memberi pernyataan resmi mengenai adanya Apple iPhone 5.  Beragam rumor bermunculan yang tentu membuat banyak orang makin penasaran. Salah satu rumor menyebutkan bahwa Apple sudah menyiapkan 15 juta unit Apple iPhone 5. iPhone ini diduga diproduksi di Taiwan dan akan dipasarkan pada bulan September tahun ini.

Menurut dugaan beberapa pengamat ponsel, generasi iPhone terbaru tak akan mengalami perubahan tampilan secara signifikan tetapi bakal mengusung prosesor A5 dual-core dan kamera 8 megapiksel. Bahkan, beberapa prediksi meyakini Apple iPhone 5 akan memiliki teknologi dual-mode, CDMA sekaligus GSM. Intip perakitannya di sini.

2. Samsung Galaxy S2. Merek ponsel Samsung makin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Salah satu ponsel unggulannya yang laris manis adalah Samsung Galaxy S2 yang mereka kategorikan sebagai super smartphone. Di  Indonesia, ponsel yang memuat prosesor ARM Cortex A9 dual core, layar super AMOLED plus 4.3 inci, bersistem Gingerbread dan memiliki kamera 8 megapiksel ini resmi dirilis pada tanggal 6 Juli 2011. Lihat spesifikasinya di sini.

3. Nexian Champion. Geliat ponsel lokal mulai naik di pasar ponsel Indonesia, salah satunya adalah ponsel bermerek Nexian. Serius menggarap pasar domestic, Nexian merilis Nexian Champion NX-G965 yang memiliki fitur layar sentuh, dilengkapi wifi dan memiliki layar paling lebar diantara Nexian Touch Series lainnya.

4. Nexian Tap. Ponsel ini merupakan ponsel pertama kali yang dirilis oleh Nexian dalam seri Nexian Touch Series. Nexian TAP NX G868 ini sukses dalam penjualannya karena faktor harga yang sangat terjangkau oleh pasar Indonesia dan menjadi ponsel layar sentuh pertama yang hadir dengan fasilitas kartu SIM ganda.

5. Nokia 6600. Ponsel yang satu ini memang tak pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Terbukti dengan masih banyaknya pencarian terhadap ponsel yang sangat populer dari tahun 2004 hingga 2005. Sekarang harga ponsel ini lebih terjangkau dibanding saat pertama kali rilis di tahun-tahun tersebut.

6. Nexian Cappuccino. Ponsel yang sudah dilengkapi dengan wifi ini merupakan ponsel yang tergabung dalam Nexian Touch Series namun memiliki layar berukuran 3,2 inci saja dan dibandrol dengan harga dibawah Nexian Champion.

7. Hape Esia Connect.
Ponsel ini dirilis dengan menggandeng provider CDMA yaitu Esia. Ponsel ini diluncurkan dengan nama Hape Esia Connect. Ponsel ini ditujukan untuk pasar low-end dengan paket internet yang terjangkau beserta fitur aplikasi Facebook.

8. Nokia C5. Guna menembus pasar menengah ke bawah, Nokia mengeluarkan Nokia Series C. Nokia C5 ini sebenarnya sudah tersedia di pasaran sejak tahun kemarin namun tahun ini Nokia melakukan regenerasi dengan merilis Nokia C5-00 5MP. Dibandingkan dengan versi lama, tidak banyak perubahan dari tampilan luarnya. Yang membedakan adalah kameranya yang memiliki resolusi 5 megapiksel dan kapasitas simpan data dan RAM yang jauh lebih lebih besar dari Nokia C5. Ini bedanya.

9. Nokia C3. Pada peluncurannya tanggal 5 Juni 2010 lalu, ponsel ini langsung diserbu konsumen. Pasalnya ponsel ini merupakan ponsel yang sangat terjangkau dengan fitur yang cukup lengkap dan sesuai dengan harapan konsumen. Ponsel ini sudah dilengkapi dengan wifi, papan kunci QWERTY dan ditambahi dengan aplikasi Nokia Communities dan Push Mail.

10. BlackBerry Onyx. BlackBerry sangat populer di Indonesia dan salah satu tipe yang masih digemari sampai saat ini adalah BlackBerry Onyx. Ponsel ini memiliki keunggulan berupa BlackBerry OS 5, BIS, Pushmail, A-GPS, WiFi dan teknologi HSDPA. Pada bulan Desember 2010, Research In Motion merilis versi terbarunya yaitu BlackBery Bold 9780 atau yang lebih populer dengan sebutan BlackBerry Onyx 2. Unggul dari versi sebelumnya karena memiliki spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih mumpuni dengan mengusung BlackBerry OS 6, ukuran RAM 512 MB yang dua kali lipat lebih besar dan kamera 5 megapiksel.



http://id.berita.yahoo.com/ponsel-paling-populer-di-indonesia.html

Friday, April 16, 2010

Nokia E5, C3 dan C6 Hadir Awal Kuartal 3

Jakarta - Nokia telah memperkenalkan tiga ponsel messaging terbarunya, dengan harga lebih murah dibanding BlackBerry. Ponsel bertipe E5, C6 dan C3 itu diperkirakan menyambangi Indonesia di awal kuartal 3 2010.

Ketiga ponsel Qwerty terbaru Nokia tersebut kemungkinan bakal hadir di akhir kuartal II atau awal kuartal III nanti," papar Legi. Ia pun menegaskan bahwa perkiraan waktu tersebut masih bisa berubah, menyesuaikan kondisi pasar Indonesia.

Saat ditanya mengenai apakah ketiga produk tersebut dirilis untuk meredam 'serbuan' Qwerty China, Legi membantahnya. "Perlu ditekanan bahwa kemunculan ketiga produk ini bukan untuk meredam serbuah ponsel Qwerty China yang berharga murah. Kita akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen loyal Nokia," tambah Legi.

Yang menjadi daya tarik ketiga ponsel tersebut adalah harganya yang sangat terjangkau. Di luar Indonesia, Nokia C3 dijual dengan kisaran harga sekitar Rp. 1 juta, sementara dua ponsel lain dibanderol dengan kisaran harga di bawah Rp 3 juta.

Wednesday, April 14, 2010

Relion Enduro T58

Umumnya, notebook hiburan memiliki harga jual yang lumayan menguras kantong. Maklum, komponen notebook di kelas ini biasanya dijejali dengan komponen kelas atas agar sanggup diberdayakan sebagai penghibur si pengguna.
Namun jika lebih mau menilik lebih detail, sebenarnya ada banyak pilihan notebook dengan harga terjangkau namun tetapi bisa dijadikan teman saat menonton film kesayangan.
Lab InfoKomputer pada medio Februari lalu kedatangan Relion Enduro T58, notebook berlayar 13,3 inci yang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan hiburan mobile utamanya yang sering memutar film berdefinisi tinggi. Menariknya, meskipun bisa digunakan untuk hiburan, harga notebook yang tebalnya hanya 2,8 cm ini cuma dibandrol dengan harga US$ 575. Menarik bukan?  
Dengan harga tadi Anda sudah mendapatkan notebook berisi prosesor AMD Athlon Neo MV40 berkecepatan 1GHz ditambah 2GB memori dan harddisk berkapasitas 250GB. Relion Enduro T58 juga menyematkan chipset kartu grafis ATI Radeon X1270 dengan memori tetap sebesar 128MB.
Kombinasi komponen di atas terbilang memadai untuk memutar beragam file video termasuk yang berdefinisi tinggi. Tata suara dari 2 speaker yang tersedia juga menurut kami cukup untuk menemani menonton film meskipun belum sesempurna yang diharapkan (terutama untuk dentuman bass). Jika kebetulan memiliki perangkat LCD TV yang memiliki konektor HDMI, Anda bisa menyambungkan produk Relion ini lewat port HDMI yang tersedia di salah satu sisinya.
Kinerja memutar film di notebook ini memang terbilang lumayan, apalagi tersedia port HDMI untuk memindahkan audio dan visual ke perangkat tambahan. Sayangnya spesifikasi yang tersedia tadi masih belum memadai untuk bermain game 3D terbaru. Dari hasil pengujian kami menggunakan aplikasi 3D Mark 2006, Relion Enduro T58 cuma mengantongi nilai 254.  
Saat dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan kantor macam mengetik dokumen atau berselancar di internet, Relion Enduro T58 menurut kami cukup nyaman. Desain keyboard cukup mudah dijangkau oleh pengguna yang berjari kecil, namun tetap mantap bagi yang berjari besar. Keyboard pun cukup terasa empuk dan responsif ketika ditekan. Sedikit kendala ketika notebook diajak memutar musik atau film, karena ketiadaan tombol instan untuk melakukan pengaturan volume sehingga Anda harus menekan tombol fungsi bersamaan dengan tombol volume di keyboard.
***
Meskipun tidak terlampau bertenaga di game 3D, Relion Enduro T58 tetap dapat memainkan game-game sederhana yang tidak membutuhkan sepesifikasi tinggi seperti game flash yang banyak terdapat di jejaring sosial macam Facebook. Selain itu, sebagai notebook hiburan, desain ramping yang dimiliki Relion tipe ini juga cukup membantu mobilitas notebook saat disimpan dalam ruang terbatas. (Brama Setyadi)
Spesifikasi Relion Enduro T58
Prosesor
AMD Athlon Neo MV40 (1,6GHz, 512L2 cache)
Memori
2GB, DDR2-667MHz
Chipset
AMD M690 + SB600
Grafis
ATI Mobility Radeon X1270 Dedicated 128MB
Hard Disk
250 GB, 5400 RPM
Optical drive
DVDRW Super Multi Ultra Slim
Fasilitas
WiFi, Ethernet, card reader, USB 2.0 (2x), VGA-Out, HDMI, ExpressCard 34 Type II, Webcam
Layar
13,3″ 1280 x 800 piksel
Audio
High Definition Audio, 2 Speakers
Sistem operasi
Linux
Baterai
Li-Ion 6-cell 4400mAh
Dimensi
32 x 24 x 2,8 cm
Bobot
1,8 Kg (berikut batere)
Garansi
1 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
US$ 575
*PT. Berca Cakra Teknologi (021)  2316352/3
Pada Minggu ketiga februari 2010

Hasil Uji
Sama-sama menggunakan prosesor AMD Athlon NEO MV 40, Notebook Relion ini kami sandingkan dengan Hewlett Packard (HP) DV2 yang juga pernah mampir di lab uji InfoKomptuer beberapa waktu lalu. HP DV 2 unggul pada performa grafis karena ditopang oleh ATI Radeon 3410. Sementara Relion unggul pada pengujian  Cinebench R10 dan PCMark Vantage, serta harga jual yang lebih murah.
Pengujian
Relion Enduro T58
(AMD Athlon Neo MV40 1,6GHz, RAM 2GB, AMD M690, 13,3”, Linux)
Hewlett Packard DV2
(AMD Athlon Neo MV40 1,6GHz, RAM 2GB, AMD M690, 12,1”, Win Vista Home Premium)
Cinebench R10
1316 CB-CPU
1296 CB-CPU
PCMark Vantage
1478
1283
Encoding video
1 jam 19 menit 22 detik
45 menit 25 detik
Encoding audio
4 menit 11 detik
4 menit 8 detik
3DMark 2006
254
1335
Daya Tahan Batere


Memutar HD Video
1 jam 26 menit 42 detik
1 jam 18 menit 40 detik
Battery Eater
1 jam 26 menit 20 detik
1 jam 40 menit 1 detik


Minim Tombol
Selain keyboard, Tidak banyak tombol fungsi atau tombol akses cepat yang terlihat di Relion seri ini. Kami hanya menemukan dua buah tombol pengatur kekuatan suara (naik dan turun) serta tombol power untuk menghidupmatikan notebook.

Fasilitas Melimpah
Relion menenpatkan port HDMI di sisi kiri Enduro T58. Di sini ini pula Anda bisa menemukan slot Express Card dan slot pembaca kartu memori. Sayang penempatan Express Card dan kartu memori ini terlampau berdekatan, sehingga proses melepas-pasang kartu memori sedikit sulit dilakukan terutama saat PCI Express ini terpakai.


Ultra Slim
Desain tipis mengharuskan Relion menyertakan komponen tipis pula. DVDRW bawaan notebook ini misalnya. Selain berdesain tipis, drive optis ini juga bisa merekam dalam format CD-R dan CD-RW. Cocok untuk mencadangkan data penting ke CD.


Plus    : Daya tahan batere baik, desain, konektor HDMI, kartu grafis mandiri
Minus : Tanpa sistem operasi Windows, jaringan belum gigabit, kartu grafis tidak mendukung DirectX 10



Infokomputer